Minggu, 30 Januari 2011

31 Januari....

Entah aku lupa sebatas mana resah ini

Saat kau luapkan kegembiraan

Dalam Ritual di Batu Bersusun....

Aku Terperangah....


Resah, Bahagia kuusung dalam derap dedikasi

Ku Penuhi syarat mahligai ini

Waktu itu....

Membawa Pesona dalam hayal


Kini ku rindu....

Pada Seluruh Tanggung Jawabku....

Namun Kini....

Khianat ada pada aku.....


Malam itu......

Rinai gerimis membuat aku lupa

Etika ku buang....

Kususuri tubuhmu dengan cumbu

Mesra.....


Balai bambu.....

Derikmu menghanyutkan pesona

Kita terbuai dalam kasih......

Syahdu...dalam gulita


Gemuruh Ombak.....

Mengiringi kebinalan...


Hanya Kamu....

Hanya Hati....

Hanya Aku.......


31 januari

Masih terkenang....


AM...MIdnight 25 Januari 2011

Rindu

Waktu....

Berjalan...membahana dalam gempita pestamu....

Dua Tahun...ku berlabuh di sudut kota yang pengap...

Dua Tahun...ku mencari jati diri....

Dan Aku Rindu......


Waktu.....

Berjalan....menyiksa seisi relung hati....

Dua Tahun....kurenung segala salahku....

Dua Tahun....hanya kekosongan.....

Adakah Kau Rindu...????


Waktu.....

Bawa aku menjauhi dendam dan amarah

Bawa aku dalam sesal....

Bawa aku dalam rindu....

Perempuan....ku rindu hadirmu.....


Perempuan aku rindu....

Pulang..ke pangkuanmu....

Tetapi egoku...mengajak aku pergi....

Menjauhi semua makna kehadiranmu


aku yang pernah hadir dalam egomu...

AM...midnight 27 Januari 2011

Anselina...KASIHKU SETULUS INDAHMU....

Syair Malam.....

oleh Awa Mansuetus

Di kejauhan kudengar lolongan srigala......

Membahana ke sudut ruang permenunganku.....

Ada Gelisah...merobek keteguhanku...

Aku Rebah dalam Ragu ....



Cakar malam..menjalar dalam tubuh yang gelisah...

Teriakan nadi...bercampur amis keraguan....

Lelah...datang bersama malam....

Menjalar dalam Gulita Kehidupanku.....



Satu..satu langkah tertatih....

Gurun gulita sesatkan khayalan...

Ku rebah dalam aproksimasi hampa...

Ku tak kuasa berdiri.....



Ada tangis kudengar...

Meratapi nasib yang gelap....

Itu Suara Rintihan Pelacur di sudut sana...

Malam......pesonamu.......nerakamu begitu indah....



Perlahan waktu meninggalkan malam

Diiringi tangis Pelacur...

Menyesali malam yang cepat berlalu....

Karena mentari enggan menerimanya....



Taman Bungkul November 2009

AM